Foto: Humas Universitas Jember/Ditjen Dikti
KORAN EDUKASI — Sebanyak 64 tim mahasiswa mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 di Kampus Tegalboto Universitas Jember, Jawa Timur. Kompetisi berlangsung pada 3–4 Oktober setelah peserta melewati rangkaian seleksi dan pemeriksaan teknis.
Ajang yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu dibuka pada Jumat sore, 2 Oktober 2026. Universitas Jember menjadi tuan rumah untuk tahun kedua.
Ketua Panitia KMHE 2026 Fendi Setyawan menjelaskan bahwa proses seleksi telah berjalan sejak Mei. Tahapannya meliputi pendaftaran, penilaian laporan teknis, evaluasi desain, inspeksi virtual, dan inspeksi langsung sebelum kendaraan diizinkan berlomba.
Keselamatan menjadi syarat utama
Pemeriksaan teknis tidak hanya menilai efisiensi kendaraan. Tim juga harus memenuhi standar keselamatan, termasuk fungsi rem, kemudi, dan sistem energi. Peserta yang belum memenuhi ketentuan harus melakukan perbaikan sebelum dapat memasuki lintasan.
Rektor Universitas Jember Iwan Taruna menempatkan kompetisi ini sebagai ruang belajar yang mempertemukan teori, rekayasa, dan pengujian lapangan. Para mahasiswa harus bekerja sebagai tim, membaca data hasil uji, dan memperbaiki rancangan berdasarkan persoalan yang muncul.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Beny Bandanadjaja menyebut KMHE sebagai bagian dari pembinaan talenta mahasiswa di bidang teknologi kendaraan hemat energi. Kompetisi juga menjadi sarana menguji gagasan efisiensi, bukan klaim bahwa seluruh prototipe telah siap diproduksi secara massal.
Dari prototipe menuju pengembangan teknologi
KMHE mempertemukan tim dari berbagai perguruan tinggi dengan pendekatan desain yang berbeda. Hasil lomba ditentukan oleh kemampuan kendaraan menyelesaikan lintasan dengan penggunaan energi seefisien mungkin sesuai kelas dan regulasi kompetisi.
Bagi kampus, proses riset sebelum perlombaan sama pentingnya dengan hasil akhir. Pengembangan prototipe menuntut dokumentasi, pengujian berulang, pembagian peran, serta keputusan berbasis data. Pengalaman itu melengkapi pembelajaran di laboratorium dan ruang kuliah.
Agenda KMHE 2026 berlangsung di tengah dorongan agar perguruan tinggi menghasilkan inovasi yang dapat diuji dan dikembangkan bersama mitra. Arah tersebut sejalan dengan pembahasan mengenai peran riset kampus dalam ketahanan energi, meski setiap inovasi tetap memerlukan pembuktian teknis dan tahapan hilirisasi yang berbeda.




