Jumat, 2 Oktober 2026
spot_img
BerandaFashionBeasiswaBeasiswa Sampang Bermartabat Jangkau 347 Mahasiswa dan Alumni sejak 2020

Beasiswa Sampang Bermartabat Jangkau 347 Mahasiswa dan Alumni sejak 2020

spot_img

Foto: ANTARA/HO-Pemkab Sampang

KORAN EDUKASI — Program Beasiswa Sampang Bermartabat telah membantu 347 warga Kabupaten Sampang menempuh pendidikan tinggi sejak 2020. Hingga September 2026, penerimanya terdiri atas 149 mahasiswa aktif dan 198 alumni.

Pemerintah Kabupaten Sampang menyampaikan perkembangan program tersebut dalam pertemuan alumni dan mahasiswa penerima beasiswa di Pendopo Trunojoyo, Kamis, 1 Oktober 2026. Program yang juga dikenal dengan nama Beasiswa Sahabat itu ditujukan bagi warga yang membutuhkan dukungan biaya kuliah.

Pada tahap awal, pembiayaan program bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sampang. Pemerintah daerah kemudian memperluas pendanaan melalui kerja sama dengan yayasan pendidikan dan program tanggung jawab sosial perusahaan.

Pendanaan Melibatkan Sejumlah Mitra

Mitra yang disebut terlibat antara lain SKK Migas Jabanusa, Medco Energi, Husky-CNOOC Madura Limited, Petronas, serta sejumlah perusahaan perbankan di Kabupaten Sampang.

Kolaborasi tersebut digunakan untuk memperluas jangkauan penerima ketika kemampuan anggaran daerah terbatas. Model pendanaan campuran dapat menambah ruang bantuan, tetapi juga memerlukan tata kelola yang jelas agar proses seleksi, penyaluran, dan keberlanjutan program dapat dipantau.

Bupati Sampang Slamet Junaidi menempatkan pendidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia daerah. Sementara itu, Ketua Yayasan Beasiswa Sampang Bermartabat Wahyudi Pramono menjelaskan bahwa keterbatasan APBD menjadi alasan pencarian dukungan dari mitra nonpemerintah.

Data 347 penerima menggambarkan cakupan program sejak dimulai pada 2020, bukan jumlah penerima baru pada 2026. Pemerintah daerah belum merinci dalam keterangan tersebut jumlah penerima per tahun, besaran bantuan setiap mahasiswa, masa pembiayaan, maupun jadwal seleksi berikutnya.

Alumni Menjadi Bagian Penting Evaluasi

Jumlah alumni yang mencapai 198 orang memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk menilai hasil program lebih jauh. Evaluasi dapat mencakup kelulusan, lama studi, keberlanjutan ke pekerjaan atau pendidikan berikutnya, serta kontribusi penerima setelah kembali ke daerah.

Informasi itu penting karena keberhasilan beasiswa tidak hanya ditentukan oleh jumlah penerima. Kejelasan kriteria seleksi, ketepatan penyaluran, pendampingan akademik, dan kesinambungan pendanaan turut menentukan apakah bantuan benar-benar mencegah mahasiswa berhenti kuliah.

Bagi calon penerima, pengumuman resmi pemerintah daerah dan penyelenggara tetap menjadi rujukan untuk jadwal, persyaratan, serta mekanisme pendaftaran. Keterangan terbaru ini menjelaskan perkembangan program, tetapi belum memuat pembukaan seleksi baru.

Program daerah tersebut menambah ragam dukungan pendidikan tinggi bagi kelompok yang membutuhkan. Pada tingkat nasional, pemerintah juga membuka Beasiswa ADik Disabilitas 2026 dengan persyaratan dan jadwal tersendiri.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img