Minggu, 22 Februari 2026
spot_img
BerandaPendidikan UmumPeluang Emas Lulusan SMK: Kerja di Rusia Digaji hingga Rp 43 Juta...

Peluang Emas Lulusan SMK: Kerja di Rusia Digaji hingga Rp 43 Juta per Bulan

spot_img

Lulusan SMK Indonesia kini punya peluang langka menembus industri global. Mulai Mei 2026, Rusia melalui perusahaan aluminium raksasa Rusal akan merekrut lulusan SMK Indonesia dengan gaji mencapai Rp 43 juta per bulan setelah lulus pelatihan.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Rusal, yang saat ini tengah menyusun nota kesepahaman dan skema teknis pelaksanaan. Rekrutmen direncanakan dibuka Mei 2026, sementara pemberangkatan peserta ke Rusia ditargetkan September 2026.

Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengubah wajah pekerja migran Indonesia.

“Fokus kami adalah menggeser pengiriman PMI dari sektor domestik ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi,” ujarnya.

Indonesia dinilai memiliki bonus demografi besar, terutama lulusan SMK yang siap diasah menjadi tenaga industri global. KP2MI pun siap menyesuaikan kurikulum vokasi, khususnya di bidang pengelasan, agar selaras dengan standar industri Rusia.

Pelatihan 2 Tahun, Kontrak 5 Tahun

Rusal akan mengundang 50 lulusan SMK terbaik Indonesia untuk mengikuti program pendidikan terpadu di Rusia. Program ini mencakup:

  • 1 tahun pelatihan bahasa Rusia
  • 1 tahun pemantapan keahlian teknis

Pelatihan difokuskan pada lima bidang utama:
konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, dan energi listrik.

Setelah menyelesaikan program, peserta akan langsung mendapat kontrak kerja selama lima tahun, khususnya di sektor pengelasan. Bagi peserta yang berhasil mencapai grade 6 sesuai standar Rusia, gaji yang bisa dibawa pulang mencapai 200 ribu rubel atau sekitar Rp 43,8 juta per bulan.

Tak Hanya Kerja di Rusia

Menariknya, program ini juga mengusung skema knowledge sharing. Dari 50 peserta:

  • 25 orang akan bekerja langsung di Rusia
  • 25 lainnya ditempatkan di proyek strategis Rusia di Indonesia, seperti fasilitas pengilangan dan industri berat

KP2MI juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM, agar lulusan program ini tetap terserap di proyek nasional setelah masa kontrak berakhir.

Program ini menjadi sinyal kuat bahwa lulusan SMK kini bukan lagi pilihan kedua, melainkan aset strategis yang diburu industri global.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img