Minggu, 22 Februari 2026
spot_img
BerandaEdu NewsMenteri Kebudayaan Apresiasi Aceh sebagai Penjaga Nilai Peradaban Islam Nusantara

Menteri Kebudayaan Apresiasi Aceh sebagai Penjaga Nilai Peradaban Islam Nusantara

spot_img

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dalam kunjungan kerja dan silaturahmi ekosistem kebudayaan di Aceh, menegaskan pentingnya peran Aceh sebagai penjaga nilai-nilai peradaban Islam dan warisan budaya nusantara. Aceh sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki kekhasan dengan mengintegrasikan syariat Islam dengan kearifan budaya lokal merupakan bukti nyata harmoni antara agama, budaya, dan tradisi yang dapat berjalan seiring.

Dalam hal ini, Fadli menyampaikan harapan agar Aceh terus menjadi model bagi provinsi lain dalam menjaga harmoni antara agama dan budaya.

Mengawali kunjungannya di Provinsi Aceh, Menteri Kebudayaan melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur terpilih Provinsi Aceh Fadhlulah dan jajaran Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I, melakukan diskusi tentang berbagai hal, di antaranya mengenai komitmen Kementerian Kebudayaan untuk mendorong Provinsi Aceh menjadi pusat peradaban Islam di Indonesia. Dengan total 9.255 Objek Pemajuan Kebudayaan yang tersebar di berbagai daerah di Provinsi Aceh, Menteri Fadli Zon berharap semakin banyak warisan budaya Aceh yang dapat menjadi Warisan Budaya TakBenda tingkat nasional, bahkan dunia.

“Berbagai jejak dan tinggalan sejarah yang menandai awalnya peradaban Islam di Aceh sejak masa Kerajaan Samudera Pasai tak hanya menunjukkan kontribusi Aceh dalam penyebaran Islam di Indonesia, namun juga kejayaan Aceh sebagai pusat perdagangan internasional dan pendidikan agama Islam”, pungkas Fadli Zon.

Ia menambahkan,”Berbagai warisan budaya Aceh yang mendunia antara lain Tari Saman yang diinskripsi oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya TakBenda, naskah Hikayat Aceh yang ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Dunia UNESCO, dan Hari Lahir Laksamana Keumalahayati sebagai perayaan internasional yang juga diakui oleh UNESCO menunjukkan kekayaan budaya Aceh yang mendunia.”

Selain mengunjungi Museum Pedir di Blang Glong, Pidie Jaya yang menyimpan berbagai benda-benda kuno peninggalan peradaban di Aceh seperti manuskrip, mata uang, senjata, keramik dan berbagai artefak lainnya dan Museum Tsunami Aceh, Menteri Kebudayaan juga melakukan silaturrahim dengan Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al-Haytar. Menteri Kebudayaan dan Wali Nanggroe menyatakan komitmen bersama melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, dan masyaraka untuk menjaga keberagaman budaya Aceh dan menjadikannya sebagai asset penting bagi bangsa Indonesia. Dalam kunjungan ini, Menteri Fadli Zon turut meresmikan hasil revitalisasi situs cagar budaya Gunongan dan penataan materi display Rumoh Cut Nyak Dhien. “Revitalisasi ini adalah upaya literasi dan edukasi untuk memastikan bahwa generasi mendatang dapat memahami dan menghargai akar budaya dan agama yang menjadi identitas bangsa, serta mempertegas komitmen bersama dalam melestarikan kebudayaan bangsa yang berakar pada kearifan lokal dan berorientasi pada kemajuan,” jelas Menteri Fadli Zon.(WR)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img