Minggu, 22 Februari 2026
spot_img
BerandaEdu NewsMendikdasmen Pastikan Rehabilitasi Sekolah Pascabencana di Aceh Rampung 2026

Mendikdasmen Pastikan Rehabilitasi Sekolah Pascabencana di Aceh Rampung 2026

spot_img

Pemerintah menegaskan komitmennya memastikan hak pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana tetap terpenuhi. Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan rehabilitasi seluruh sekolah terdampak bencana di Aceh tuntas paling lambat tahun 2026, sehingga dapat kembali beroperasi normal pada tahun ajaran baru.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh yang dirangkaikan dengan peresmian revitalisasi 23 satuan pendidikan di SMAN 1 Baktiya, Aceh Utara, Rabu (28/1).

“Kami berada pada fase tanggap darurat menuju rekonstruksi. Namun yang terpenting, proses pembelajaran tidak boleh berhenti. Sekolah dengan kerusakan berat akan dibongkar dan dibangun kembali di lokasi yang sama melalui dana revitalisasi,” ujar Abdul Mu’ti.

Anggaran Rp2,4 Triliun untuk Pemulihan Sekolah

Secara nasional, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp2,4 triliun untuk pemulihan satuan pendidikan terdampak bencana di wilayah Sumatra. Khusus Aceh Utara, rehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian penuh pada 2026.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak ada lagi sekolah dengan bangunan rusak, atap bocor, maupun sanitasi yang tidak layak.

171 Sekolah Terdampak, Bantuan Capai Rp274 Miliar

Berdasarkan data penanganan bencana per 15 Januari 2026, tercatat 171 satuan pendidikan terdampak bencana di Aceh. Rinciannya:

  • SMK: 93 sekolah terdampak, 99 data terverifikasi, PKS senilai Rp270 miliar
  • SLB: 20 sekolah terdampak, 13 PKS senilai Rp3,98 miliar
  • SKB/PKBM: 58 sekolah terdampak, 2 PKS senilai Rp198 juta

Total nilai bantuan yang telah diproses mencapai Rp274,18 miliar.

Kolaborasi dengan TNI dan Lembaga Sosial

Dalam kunjungan lapangan, Mendikdasmen meninjau langsung sejumlah sekolah terdampak, di antaranya SMK Kesuma Bangsa, SMPN 2 Mutiara Batu, SMKN Baktiya, hingga sekolah darurat dan TK di wilayah Aceh Utara.

Abdul Mu’ti menjelaskan, pemerintah juga bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat untuk pembangunan unit sekolah baru serta menggandeng berbagai kementerian dan organisasi masyarakat dalam penyediaan kelas darurat.

“Untuk kerusakan ringan dan sedang, kami harapkan selesai sebelum tahun ajaran 2026–2027. Sementara sekolah yang perlu direlokasi dan dibangun baru membutuhkan waktu lebih lama, namun kami optimistis seluruhnya bisa ditangani karena anggaran sudah tersedia,” jelasnya.

Sekolah Aman dan Layak Jadi Prioritas

Program revitalisasi tidak hanya mencakup perbaikan ruang kelas, tetapi juga pembangunan fasilitas pendukung seperti toilet, perpustakaan, laboratorium, dan ruang praktik. Upaya ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, layak, dan mendukung pembelajaran berkelanjutan.

Melalui percepatan rehabilitasi ini, Kemendikdasmen berharap aktivitas pendidikan di wilayah terdampak bencana dapat kembali berjalan optimal dan menjadi fondasi kuat bagi masa depan pendidikan anak-anak Aceh.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Koran Edukasi

spot_img