Guna mendukung pengembangan pendidikan vokasi, pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan fasilitas fisik dan sumber daya manusia, tetapi juga mengubah paradigma pendidikan vokasi itu sendiri. Pemerintah ingin masyarakat memandang pendidikan vokasi sebagai pilihan utama, yang tak kalah prestisiusnya dengan jalur akademik. Menteri pendidikan menyatakan bahwa pendekatan pendidikan harus bergeser dari orientasi gelar menuju kompentasi dan keterampilan yang dapat diandalkan.
“Lulusan vokasi bukan lagi dianggap sebagai tenaga kerja kelas dua, tetapi sebagai profesional terlatih yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri,” ujar Menteri.
Untuk mencapai tujuan ini, kementerian pendidikan terus mendorong program sosialisasi, seminar, dan kampanye publik untuk menghilangkan stigma terkait pendidikan vokasi dan membangun persepsi positif dikalangan masyarakat.
Program Sertifikasi Untuk Standarisasi Kompentensi
Pemerintah juga menekankan pentingnya sertifikasi kompentensi untuk meningkatkan daya saing lulusan vokasi dipasar kerja internasional. Program sertifikasi ini memastikan bahwa lulusan pendidikan vokasi memiliki kompentensi yang diakui secara nasional maupun internasional.
Lulusan yang memiliki sertifikasi akan lebih mudah diakui oleh perusahaan-perusahaan besar dan juga berpeluang bekerja di luar negeri.
Melalui kerja sama dengan lembaga sertifikasi internasional dan asosiasi industri, Kementerian Pendidikan menyusun program sertifikasi di berbagai bidang.
Program sertifikasi ini juga memberikan nilai tambah bagi lulusan vokasi yang ingin berwirausaha.
Dengan pendekatan yang holistik, investasi berkelanjutan, dan komitmen untuk mengubah paradigma masyarakat, pendidikan vokasi akan menjadi fondasi yang kokoh bagi ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif. Generasi muda Indonesia yang terampil, kreatif, profesional, dan berdaya saing akan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045.






