Presiden Prabowo Subianto melantik 56 Wakil Menteri di Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024) sore. Pelantikan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih ini termasuk Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kebudayaan.
Pada Kabinet Merah Putih, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dibagi menjadi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dan Kementerian Kebudayaan.
Fadli Zon Ditunjuk Prabowo Jadi Menteri Kebudayaan Kabinet Merah Putih 5 nama Wakil Menteri bidang Pendidikan dan Kebudayaan Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sudah mengumumkan nama-nama menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih pada Minggu (20/10/2024) malam.
Profil Menteri Dan Wakil Menteri Pendidikan Kabinet Merah Putih
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Menteri Pendidikan Dasar
Menengah akan dipimpin oleh Abdul Mu’ti. Melansir dari laman UIN Jakarta, Abdul Mu’ti merupakan Guru Besar UIN Jakarta yang mengajarkan bidang pendidikan agama Islam hingga pendidikan berbasis Islam.
Fajar Riza Ul Haq telah ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Fajar merupakan sosok yang memiliki konsentrasi minat dalam bidang keislaman. Ia mengambil pendidikan S1 di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, demikian dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @fajarrizaulhaq.
Fadli Zon resmi diangkat menjadi Menteri Kebudayaan. Lulusan Sastra Rusia, Universitas Indonesia (UI) ini pernah meraih penghargaan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) I UI ‘94 dan Mawapres III Tingkat Nasional di bangku kuliah, dikutip dari E-Media DPR.
Fadli Zon melanjutkan pendidikan S2 Studi Pembangunan di London School of Economics and Political Science (LSE), London, Inggris, pada Kelak pada 2016, ia meraih gelar doktoral dari Departemen Sejarah UI.
Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Satryo Soemantri Brodjonegoro ditunjuk sebagai Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi. Kelahiran Delft, Belanda, 5 Januari 1956 ini adalah anak dari Guru Besar bidang Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RM Soemantri Brodjonegoro.






